•Inovator Inovasi pemda Maluku Utara sedang berphose
Tiga Inovator Dinkes Malut Torehkan Prestasi pada IGA Tahun 2025
Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan MasyarakatOleh Riskal Muslim • 14 Aug 2026
SOFIFI – Komitmen Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara dalam mendorong budaya inovasi dan menghadirkan berbagai terobosan di bidang kesehatan kembali mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Tiga inovator Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, yakni Hesty Elvianty Masry, SKM., M.Kes, dr. Rosita Alkatiri, M.Mkes, dan Riskal Muslim, SKM., MPH, tercatat sebagai inovator dengan berbagai inovasi yang dikembangkan dalam mendukung pembangunan kesehatan di Provinsi Maluku Utara.
Penghargaan kepada para inovator tersebut diserahkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Drs. Syamsuddin A. Kadir, M.Si, pada 10 Agustus 2026 di Halaman Kantor Gubernur Maluku Utara, bersamaan dengan pelaksanaan Apel Gabungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Momentum penyerahan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Maluku Utara terhadap kontribusi para inovator dalam melahirkan dan mengembangkan berbagai gagasan inovatif yang diarahkan untuk menjawab permasalahan serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Ketiga inovator tersebut tercantum dalam Lampiran II Keputusan Gubernur Maluku Utara Nomor 401/KPTS/MU/2026 tentang Penetapan Indeks Inovasi Daerah dan Inovator Inovasi Daerah pada Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku Utara Tahun 2025.
Tiga Inovator dengan Inovasi Strategis
Ketiga inovator Dinas Kesehatan tersebut memiliki fokus inovasi yang berbeda, namun memiliki semangat yang sama untuk menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan kesehatan.
Hesty Elvianty Masry, SKM., M.Kes – LARUTAN
Hesty Elvianty Masry, SKM., M.Kes tercatat sebagai inovator dengan inovasi LARUTAN, yaitu “Lapas Rutan Tolak TBC.”
Inovasi tersebut mengangkat isu pengendalian tuberkulosis (TBC) pada lingkungan Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan. Kehadiran LARUTAN menunjukkan adanya perhatian terhadap pengendalian TBC pada lingkungan yang memiliki karakteristik dan kebutuhan pelayanan kesehatan khusus.
Melalui inovasi ini, upaya pengendalian TBC diarahkan untuk semakin memperkuat perhatian terhadap deteksi dan penanganan TBC di lingkungan Lapas dan Rutan.
dr. Rosita Alkatiri, M.Mkes – SI MALAHA
Inovator berikutnya adalah dr. Rosita Alkatiri, M.Mkes, dengan inovasi SI MALAHA, yang tercantum dalam dokumen sebagai “Aksi Maluku Utara Landaikan Angka HIV/AIDS.”
Inovasi tersebut mengangkat isu pengendalian HIV/AIDS sebagai salah satu tantangan pembangunan kesehatan. SI MALAHA mencerminkan semangat untuk membangun aksi dan pendekatan yang diarahkan pada upaya menekan angka HIV/AIDS di Provinsi Maluku Utara.
Riskal Muslim, SKM., MPH – Beragam Inovasi Kesehatan
Sementara itu, Riskal Muslim, SKM., MPH tercatat sebagai inovator dengan sejumlah inovasi di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara.
Dalam Lampiran II Keputusan Gubernur, inovasi yang tercatat antara lain GERMARU KETAWA, SIPENA, GENZ TANGGUH, KARISMA, BERGIZIKU, SETARA, INSPIRASI 3T, SIGAP, ASAS MALUT, dan GEPEDIA PETAS.
Inovasi-inovasi tersebut memiliki fokus yang beragam, mulai dari penguatan layanan kesehatan primer, promosi kesehatan, gizi, kesehatan remaja, pengendalian penyakit, pelayanan kesehatan di wilayah 3T, hingga kesehatan anak sekolah.
Di antaranya, SIPENA merupakan Sistem Pendampingan Integrasi Layanan Primer Maluku Utara, GENZ TANGGUH merupakan Generasi Sehat, Tanggap Gizi, dan Taat TTD, KARISMA merupakan inovasi kader Posyandu, sedangkan SIGAP merupakan Sinergi Gerakan Pengendalian Penyakit.
Penghargaan sebagai Bentuk Apresiasi Pemerintah Daerah
Penyerahan penghargaan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Drs. Syamsuddin A. Kadir, M.Si menjadi simbol apresiasi Pemerintah Provinsi Maluku Utara terhadap para inovator yang telah memberikan kontribusi dalam pengembangan inovasi daerah.
Penyerahan yang dilaksanakan di Halaman Kantor Gubernur Maluku Utara pada 10 Agustus 2026, bersamaan dengan Apel Gabungan, menjadi momentum yang strategis karena penghargaan tersebut diberikan di hadapan jajaran aparatur Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa inovasi merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kinerja pemerintahan dan pelayanan publik di Provinsi Maluku Utara.
Bagi Dinas Kesehatan, apresiasi tersebut tidak hanya menjadi penghargaan bagi individu inovator, tetapi juga menjadi pengakuan terhadap kerja kolektif seluruh jajaran yang mendukung proses pengembangan dan implementasi inovasi.
Inovasi Harus Memberikan Dampak
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dr. Julys Giscard Kroons, terus mendorong agar inovasi yang dikembangkan oleh jajarannya tidak berhenti pada penciptaan gagasan atau sekadar memenuhi aspek penilaian.
Inovasi harus mampu menjawab permasalahan nyata, meningkatkan kualitas pelayanan, memberikan manfaat kepada masyarakat, serta memiliki keberlanjutan.
Karena itu, penghargaan yang diterima para inovator diharapkan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi melalui evaluasi, pengukuran dampak, penyempurnaan, serta pengembangan model inovasi yang dapat direplikasi pada wilayah atau unit pelayanan lainnya.
Membangun Budaya Inovasi di Dinas Kesehatan
Keberadaan tiga inovator tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara dalam membangun budaya inovasi di lingkungan organisasi.
Budaya inovasi perlu dikembangkan secara kolektif dengan memberikan ruang kepada setiap pegawai untuk mengidentifikasi permasalahan, menyampaikan gagasan, menciptakan solusi, serta mengembangkan cara kerja yang lebih efektif dan efisien.
Dinas Kesehatan juga terus mendorong agar inovasi yang telah dikembangkan dapat didokumentasikan dengan baik, memiliki data dukung yang kuat, diukur dampaknya, dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Tiga Inovator, Tiga Fokus, Satu Tujuan
Hesty Elvianty Masry, SKM., M.Kes melalui LARUTAN, dr. Rosita Alkatiri, M.Mkes melalui SI MALAHA, serta Riskal Muslim, SKM., MPH melalui berbagai inovasi kesehatan menunjukkan bahwa inovasi dapat lahir dari berbagai bidang dan fokus pelayanan.
LARUTAN hadir dengan perhatian pada pengendalian TBC di Lapas dan Rutan, SI MALAHA mengangkat upaya pengendalian HIV/AIDS, sementara berbagai inovasi Riskal Muslim mencakup layanan primer, gizi, Posyandu, kesehatan remaja, pengendalian penyakit, wilayah 3T, dan kesehatan anak sekolah.
Ketiganya memiliki satu tujuan yang sama, yaitu menghadirkan perubahan, memperbaiki pelayanan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dari Inovator untuk Maluku Utara Sehat
Penghargaan yang diberikan kepada tiga inovator Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara menjadi bukti bahwa inovasi kesehatan terus berkembang dan mendapatkan perhatian dalam pembangunan daerah.
Penyerahan penghargaan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Drs. Syamsuddin A. Kadir, M.Si pada 10 Agustus 2026 di Halaman Kantor Gubernur Maluku Utara, bersamaan dengan Apel Gabungan, menjadi momentum untuk memperkuat semangat seluruh jajaran dalam menciptakan inovasi yang semakin berkualitas dan berdampak.
Ke depan, para inovator diharapkan terus menjadi penggerak perubahan dengan menghadirkan solusi yang adaptif terhadap tantangan pembangunan kesehatan, khususnya dalam konteks wilayah kepulauan Maluku Utara.
Dari inovator lahir gagasan. Dari gagasan lahir inovasi. Dari inovasi hadir perubahan untuk masyarakat.
Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara – Terus Berinovasi untuk Maluku Utara Sehat.