•Ketua TP Posyandu Pusat dan Gubernur maluku Utara pada saat melakukan kunjungan di Posyandu Tarau Kota ternate
September 2026, Capaian Posyandu Aktif Maluku Utara Tembus 92,3 Persen
Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan MasyarakatOleh Riskal Muslim • 09 Sep 2026
SOFIFI – Provinsi Maluku Utara mencatat capaian positif dalam penguatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Hingga September 2026, sebanyak 1.476 dari total 1.600 Posyandu di 10 kabupaten/kota telah berstatus aktif. Capaian tersebut mencapai 92,3 persen, atau telah melampaui target Posyandu Aktif sebesar 85 persen.
Capaian ini menunjukkan semakin kuatnya peran Posyandu sebagai salah satu garda terdepan pelayanan kesehatan primer yang dekat dengan masyarakat. Keberadaan Posyandu tidak hanya menjadi ruang pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendukung upaya promotif dan preventif serta pemberdayaan masyarakat.
Berdasarkan data Microsoft Promkeskom yang diperbarui pada 3 September 2026, capaian Posyandu Aktif tertinggi dicatat oleh Kabupaten Pulau Taliabu, Kabupaten Halmahera Utara, dan Kota Ternate, yang masing-masing telah mencapai 100 persen.
Selanjutnya, Kabupaten Halmahera Tengah mencapai 96,0 persen, Kabupaten Halmahera Selatan 93,4 persen, Kabupaten Kepulauan Sula 93,1 persen, Kabupaten Halmahera Barat 88,1 persen, dan Kabupaten Pulau Morotai 86,3 persen. Sementara itu, Kabupaten Halmahera Timur berada pada angka 80,0 persen dan Kota Tidore Kepulauan sebesar 78,8 persen.
Posyandu Siklus Hidup Terus Diperkuat
Selain peningkatan jumlah Posyandu Aktif, transformasi pelayanan kesehatan juga diarahkan pada penguatan Posyandu Siklus Hidup, yaitu Posyandu yang memberikan pelayanan kesehatan secara terintegrasi kepada masyarakat berdasarkan seluruh tahapan kehidupan, mulai dari bayi, balita, anak usia sekolah dan remaja, usia produktif hingga lanjut usia.
Hingga September 2026, sebanyak 1.244 Posyandu atau 77,8 persen telah tercatat sebagai Posyandu Siklus Hidup Aktif.
Capaian tersebut menunjukkan perkembangan yang positif, meskipun masih terdapat kesenjangan antarwilayah. Dari 10 kabupaten/kota di Maluku Utara, enam daerah telah mencapai minimal 75 persen Posyandu Siklus Hidup Aktif, yaitu Kabupaten Pulau Taliabu 100 persen, Halmahera Tengah 96,0 persen, Halmahera Selatan 91,6 persen, Halmahera Utara 87,0 persen, Pulau Morotai 86,3 persen, dan Kota Ternate 76,5 persen.
Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Sula mencapai 74,5 persen dan Halmahera Barat 71,0 persen. Adapun Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Timur masing-masing berada pada 44,4 persen dan 43,3 persen.
Dorong Pemerataan dan Kualitas Pelayanan
Capaian 92,3 persen Posyandu Aktif menjadi modal penting bagi Provinsi Maluku Utara dalam memperkuat transformasi pelayanan kesehatan primer. Namun demikian, capaian tersebut perlu terus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan, kapasitas kader, kelengkapan layanan, pencatatan dan pelaporan, serta keterlibatan lintas sektor.
Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara terus mendorong pemerintah kabupaten/kota bersama puskesmas, pemerintah desa/kelurahan, kader, dan lintas sektor untuk memperkuat Posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang aktif, berkualitas, dan berkelanjutan.
“Capaian 92,3 persen Posyandu Aktif merupakan sebuah kemajuan yang patut diapresiasi. Namun, pekerjaan kita belum selesai. Tantangan berikutnya adalah memastikan Posyandu tidak hanya aktif secara administratif, tetapi benar-benar aktif memberikan pelayanan yang berkualitas dan mampu menjangkau seluruh kelompok usia dalam siklus kehidupan,”.
Penguatan Posyandu Siklus Hidup menjadi langkah strategis untuk memastikan masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang lebih dekat, terintegrasi, dan berkesinambungan. Dengan kolaborasi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa, serta masyarakat, Posyandu diharapkan semakin mampu menjadi garda terdepan dalam mewujudkan masyarakat Maluku Utara yang sehat dan produktif.
Sumber: Microsoft Promkeskom, pembaruan data 3 September 2026.