Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melaksanakan Sosialisasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) TNI/Polri pada 8 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapan implementasi program prioritas nasional melalui perluasan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat.
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh jajaran FKTP TNI/Polri, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Puskesmas, serta lintas program terkait. Agenda utama kegiatan meliputi mekanisme usulan dan distribusi Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) CKG TNI/Polri serta mekanisme penggunaan aplikasi ASIK CKG dan fasilitasi pembuatan akun ASIK CKG bagi FKTP TNI/Polri.
Dalam sambutannya, Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri menegaskan bahwa program CKG merupakan bagian dari program prioritas nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam pembangunan sumber daya manusia unggul. Program ini bertujuan mendeteksi faktor risiko kesehatan, kondisi prapenyakit, hingga penyakit secara dini guna meningkatkan kualitas hidup, produktivitas, dan derajat kesehatan masyarakat.
Kapusdokkes Polri menyampaikan bahwa Polri siap mendukung penuh pelaksanaan program CKG melalui optimalisasi peran fasilitas kesehatan di lingkungan Polri sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Saat ini, Polri memiliki sekitar 613 FKTP yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan sekitar 58 FKTP direncanakan terlibat langsung dalam tahap awal pelayanan CKG kepada masyarakat. Sasaran pelayanan mencakup anggota Polri, keluarga, pekerja di sekitar fasilitas kesehatan, hingga masyarakat umum.
“Keberhasilan program ini bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata, tetapi membutuhkan keterlibatan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk Polri yang memiliki jaringan pelayanan kesehatan luas dan dekat dengan masyarakat,” ujar Kapusdokkes Polri.
Selain kesiapan sarana dan prasarana, Polri juga terus melakukan penguatan sumber daya manusia dan kesiapan sistem pendukung digital. Hingga saat ini, sebanyak 80 akun ASIK CKG telah aktif digunakan sebagai bagian dari penguatan sistem pelaporan dan monitoring pelaksanaan program.
Sementara itu, Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa program CKG merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang dirancang untuk mendeteksi faktor risiko dan kondisi prapenyakit sejak dini agar tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih berat.
Berdasarkan hasil pelaksanaan CKG nasional sejak tahun 2025, ditemukan jutaan masyarakat mengalami obesitas sentral, hipertensi, diabetes melitus, hingga masalah kesehatan gigi tanpa disadari sebelumnya. Oleh karena itu, pada tahun 2026 pelaksanaan CKG tidak hanya berfokus pada skrining kesehatan, tetapi juga penguatan tata laksana dan pemantauan peserta yang terdeteksi memiliki faktor risiko penyakit.
Hingga awal Mei 2026, capaian nasional pelaksanaan CKG telah mencapai lebih dari 30 juta pemeriksaan kesehatan. Pemerintah menargetkan sebanyak 132 juta penduduk Indonesia dapat memperoleh layanan CKG sepanjang tahun 2026. Kehadiran FKTP Polri diharapkan menjadi penguat percepatan capaian target nasional tersebut.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan koordinasi yang lebih kuat antara Kementerian Kesehatan, Polri, Dinas Kesehatan daerah, serta Puskesmas dalam mendukung implementasi CKG secara efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.