Memuat...

Silakan tunggu sebentar

Pelaksanaan Coaching Clinik pelaksanaan & Tatalaksana CKG Sekolah

Pelaksanaan Coaching Clinik pelaksanaan & Tatalaksana CKG Sekolah

Perkuat Mutu CKG Sekolah, Kemenkes Gelar Coaching Clinic Pelaksanaan dan Tatalaksana di Maluku Utara

Kesehatan Masyarakat dan Gizi

Oleh Riskal Muslim 16 Sep 2026

TERNATE – Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperkuat kualitas pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah melalui kegiatan Coaching Clinic Pelaksanaan dan Tatalaksana CKG Sekolah di Provinsi Maluku Utara Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung 15–18 September 2026 di Ternate tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan pelaksanaan CKG Sekolah tidak hanya berorientasi pada pencapaian cakupan pemeriksaan, tetapi juga pada ketepatan pelaksanaan, kualitas pelayanan, pencatatan dan pelaporan, serta tindak lanjut terhadap masalah kesehatan yang ditemukan pada anak usia sekolah dan remaja.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI dalam rangka penguatan kompetensi teknis, peningkatan kualitas implementasi program serta penguatan koordinasi lintas program dan lintas sektor dalam menangani berbagai persoalan kesehatan anak usia sekolah dan remaja.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dr. Julys Giscard Kroons, dalam sambutannya menegaskan bahwa anak usia sekolah dan remaja merupakan kelompok strategis dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Menurutnya, pada fase tersebut berlangsung proses pertumbuhan fisik, perkembangan psikologis serta pembentukan perilaku yang akan memengaruhi kesehatan dan produktivitas seseorang pada masa dewasa. Karena itu, peningkatan kesehatan anak usia sekolah dan remaja merupakan investasi penting dalam pembangunan manusia menuju generasi emas 2045.

CKG Harus Menemukan Masalah, Bukan Sekadar Menghasilkan Angka

Kepala Dinas Kesehatan menyoroti kompleksitas persoalan kesehatan yang dihadapi anak usia sekolah dan remaja.

Persoalan tersebut meliputi kesehatan reproduksi dan seksual, HIV dan AIDS, gizi, penggunaan zat adiktif, kekerasan dan cedera, kesehatan mental, kebersihan dan sanitasi, hingga penyakit tidak menular.

Karena itu, keberadaan CKG Sekolah menjadi strategis karena memberikan ruang bagi tenaga kesehatan untuk melakukan deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko dan masalah kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, CKG Sekolah mencakup pemeriksaan status gizi, tekanan darah, risiko diabetes melitus, gula darah, mata, telinga, gigi, kebugaran dan tingkat aktivitas fisik, kesehatan reproduksi, skrining anemia serta pemeriksaan lainnya sesuai ketentuan program.

Salah satu temuan yang mendapat perhatian adalah anemia yang masuk dalam lima besar masalah kesehatan berdasarkan hasil CKG Sekolah Tahun 2026.

Selain itu, berdasarkan data CKG yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan di Maluku Utara, 40,9 persen anak sekolah yang diperiksa mengalami karies gigi. Temuan tersebut semakin menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan di sekolah diperlukan untuk membuka persoalan kesehatan yang tidak selalu terlihat secara kasatmata.

Empat Hari Memperkuat Pelaksanaan CKG

Coaching Clinic berlangsung dengan rangkaian kegiatan yang cukup komprehensif.

Pada 15 September 2026, Tim Kementerian Kesehatan tiba di Kota Ternate dan melakukan kunjungan ke Dinas Kesehatan Kota Ternate serta kunjungan ke sekolah terpilih untuk melihat pelaksanaan CKG Sekolah secara langsung.

Selanjutnya, pada 16 September 2026, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Puskesmas terpilih di Kota Ternate. Kunjungan tersebut melibatkan Tim Pusat, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara dan Dinas Kesehatan Kota Ternate.

Rangkaian pertemuan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan dan arahan dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI serta UNICEF.

Materi selanjutnya mencakup kebijakan pelayanan kesehatan anak usia sekolah dan remaja, yang dilanjutkan dengan penguatan pencatatan dan pelaporan CKG Sekolah oleh Pusdatin.

Peserta juga mendapatkan sesi praktik pencatatan dan pelaporan serta simulasi pelaksanaan CKG Sekolah. Pada malam harinya, agenda dilanjutkan dengan pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja.

Lintas Sektor Duduk Bersama

Hari kedua coaching clinic, 17 September 2026, diarahkan pada penguatan pelayanan kesehatan anak usia sekolah dan remaja.

Agenda diawali dengan refleksi hari pertama, kemudian dilanjutkan dengan penguatan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) serta konseling.

Salah satu agenda penting adalah Komitmen Lintas Sektor dalam Pelayanan Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja.

Forum tersebut menghadirkan unsur Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara dan Biro Kesra Provinsi Maluku Utara, dengan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara sebagai moderator.

Keterlibatan lintas sektor tersebut menjadi penting karena persoalan kesehatan anak usia sekolah dan remaja tidak dapat ditangani oleh sektor kesehatan secara sendiri.

Sekolah, keluarga, sektor pendidikan, sektor keagamaan, pemerintah daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran yang saling berkaitan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan anak dan remaja.

Diperkuat dengan Pelayanan di Puskesmas

Coaching Clinic juga memberikan perhatian pada penguatan pelayanan kesehatan peduli remaja di tingkat Puskesmas.

Materi yang diberikan mencakup MTPKR dan HEEADSSS sebagai bagian dari penguatan pendekatan pelayanan kesehatan bagi remaja di Puskesmas. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut oleh Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga dan penutupan kegiatan.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta, tetapi diarahkan untuk menghasilkan langkah tindak lanjut yang dapat diterapkan di wilayah kerja masing-masing.

Perkuat SDM dan Sistem Data

Dalam pelaksanaan coaching clinic, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara juga diminta menugaskan unsur pengelola program yang terkait langsung dengan CKG Sekolah, meliputi pengelola Program Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja/PKPR, pengelola program gizi, Person in Charge (PIC) CKG, serta pengelola pencatatan dan pelaporan ASIK/SSI.

Peserta juga diarahkan membawa laptop, surat tugas serta informasi akun admin ASIK/SSI untuk mendukung proses pembelajaran dan penguatan sistem pencatatan serta pelaporan.

Hal ini menunjukkan bahwa kualitas CKG Sekolah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan melakukan pemeriksaan, tetapi juga oleh kemampuan mencatat, melaporkan, membaca dan menggunakan data hasil pemeriksaan untuk perbaikan pelayanan.

Dinkes: CKG Harus Berdampak pada Kesehatan Anak

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara berharap seluruh peserta mengikuti rangkaian coaching clinic secara maksimal sehingga semakin profesional dalam melaksanakan program kesehatan anak usia sekolah dan remaja, khususnya pelaksanaan CKG di wilayah kerja masing-masing.

“Dengan penguatan kapasitas ini, kita ingin memastikan pelaksanaan CKG Sekolah berjalan dengan baik dan mampu memberikan manfaat nyata bagi anak usia sekolah dan remaja di Provinsi Maluku Utara,” demikian substansi arahan Kepala Dinas dalam sambutannya.

Coaching Clinic Pelaksanaan dan Tatalaksana CKG Sekolah akhirnya bukan sekadar forum pelatihan. Kegiatan ini menjadi ruang untuk menyatukan pemahaman, memperbaiki pelaksanaan, memperkuat koordinasi, membenahi pencatatan dan pelaporan serta memastikan hasil pemeriksaan memiliki tindak lanjut.

Sebab, CKG Sekolah bukan sekadar tentang berapa banyak anak yang diperiksa. Lebih penting dari itu adalah apa yang ditemukan, bagaimana masalah tersebut ditangani, dan sejauh mana pemeriksaan tersebut mampu mencegah anak mengalami masalah kesehatan yang lebih berat di kemudian hari.