Memuat...

Silakan tunggu sebentar

Tikus penyebab hantavirus

Tikus penyebab hantavirus

Kenali Hantavirus: Penyakit yang Ditularkan Hewan Pengerat

Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

Oleh Riskal Muslim 12 May 2026

Sofifi – Hantavirus merupakan penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius pada manusia. Virus ini berasal dari hewan pengerat, terutama tikus, dan penularannya terjadi melalui paparan lingkungan yang terkontaminasi urine, kotoran, maupun air liur tikus yang terinfeksi.

Hantavirus umumnya ditemukan di beberapa wilayah dunia dan sering dikaitkan dengan lingkungan yang kurang bersih atau area dengan populasi tikus yang tinggi. Penularan paling sering terjadi ketika seseorang menghirup partikel udara yang tercemar oleh kotoran atau urine tikus yang telah mengering.

Selain melalui udara, seseorang juga dapat terpapar hantavirus saat menyentuh benda atau permukaan yang telah terkontaminasi, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Dalam kasus yang jarang terjadi, virus juga dapat menular melalui gigitan tikus yang terinfeksi.

Penyakit ini dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan yang dikenal sebagai Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Gejala awal biasanya meliputi demam, nyeri otot, sakit kepala, lemas, hingga gangguan pernapasan.

Beberapa tempat yang berisiko menjadi sumber paparan hantavirus antara lain gudang atau bangunan lama yang tidak digunakan, area pertanian, ruang bawah tanah, loteng, lokasi konstruksi, serta area perkemahan yang banyak ditemukan hewan pengerat.

Aktivitas seperti membersihkan gudang lama, membersihkan sarang tikus, atau menangani kotoran tikus tanpa alat pelindung juga dapat meningkatkan risiko paparan virus.

Untuk mencegah hantavirus, masyarakat dianjurkan menjaga kebersihan lingkungan, menutup akses masuk tikus ke rumah, menyimpan makanan di tempat tertutup, serta menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi.

Selain itu, kotoran tikus sebaiknya tidak langsung disapu dalam kondisi kering karena dapat menyebabkan partikel virus beterbangan di udara. Area yang terkontaminasi disarankan disemprot terlebih dahulu menggunakan cairan disinfektan sebelum dibersihkan.

Masyarakat diimbau tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala setelah terpapar lingkungan yang diduga terkontaminasi hewan pengerat.