Memuat...

Silakan tunggu sebentar

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin (BGS)

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin (BGS)

Kemenkes Siapkan Penghargaan bagi Puskesmas Terbaik dalam Penemuan Kasus Kusta

Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

Oleh Riskal Muslim 13 Jul 2026

Jakarta – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyiapkan penghargaan khusus bagi Puskesmas yang berhasil melakukan penemuan kasus kusta terbanyak sebagai bagian dari strategi percepatan eliminasi kusta di Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, dalam Konferensi Nasional Kusta Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (10/7/2026). Menurutnya, penemuan kasus secara aktif merupakan strategi paling efektif untuk memutus rantai penularan sekaligus mempercepat pencapaian target eliminasi kusta nasional pada tahun 2030.

"Kuncinya adalah menemukan sebanyak-banyaknya kasus. Semakin banyak ditemukan, semakin cepat dapat diobati hingga sembuh, sehingga penularan dapat dihentikan," ujar Menteri Kesehatan.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya tenaga kesehatan di lini terdepan, Kementerian Kesehatan akan memberikan penghargaan kepada tiga Puskesmas dengan capaian penemuan kasus kusta tertinggi. Penghargaan tersebut direncanakan diserahkan pada peringatan Hari Kesehatan Nasional Tahun 2026 dengan rincian hadiah sebagai berikut:

  • Juara I: Rp100 juta;
  • Juara II: Rp75 juta; dan
  • Juara III: Rp50 juta.

Pemberian penghargaan ini diharapkan mampu mendorong seluruh Puskesmas di Indonesia untuk lebih aktif melaksanakan penemuan kasus, pemeriksaan kontak serumah, investigasi epidemiologi, serta edukasi kepada masyarakat mengenai tanda dan gejala kusta.

Menteri Kesehatan juga menegaskan bahwa rendahnya jumlah kasus yang dilaporkan tidak selalu menunjukkan suatu daerah bebas dari kusta. Sebaliknya, kondisi tersebut dapat mengindikasikan masih adanya kasus tersembunyi yang belum ditemukan dan belum mendapatkan pengobatan.

Oleh karena itu, pendekatan Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus secara aktif menjadi strategi utama dalam pengendalian kusta. Semakin cepat penderita ditemukan, semakin cepat pula pengobatan dapat diberikan sehingga risiko kecacatan dan penularan dapat dicegah.

Selain penghargaan dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri juga akan memperkuat dukungan pemerintah daerah dengan memasukkan indikator penanganan kusta dan tuberkulosis dalam penilaian insentif fiskal daerah. Langkah ini diharapkan semakin meningkatkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program eliminasi kusta.

Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara menyambut baik kebijakan tersebut sebagai motivasi bagi seluruh Puskesmas untuk meningkatkan deteksi dini dan penemuan kasus di masyarakat. Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, diharapkan target Indonesia menuju eliminasi kusta pada tahun 2030 dapat tercapai.

Masyarakat juga diimbau untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas apabila menemukan bercak kulit yang mati rasa, kelemahan pada anggota gerak, atau gejala lain yang mengarah pada kusta. Pemeriksaan dan pengobatan kusta tersedia secara gratis di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah.