Memuat...

Silakan tunggu sebentar

dr. Giscard Kroons Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara

dr. Giscard Kroons Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara

Kadinkes Maluku Utara Hadiri Konferensi Nasional Kusta 2026

Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

Oleh Riskal Muslim 09 Jul 2026

Jakarta, 8 Juli 2026 – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dr. Giscard Kroons, bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan menghadiri Konferensi Nasional Kusta (National Leprosy Conference) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Kegiatan yang berlangsung pada 8–11 Juli 2026 di Puri Agung Convention Hall, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat komitmen nasional menuju eliminasi kusta dan penghapusan stigma terhadap penyandang maupun penyintas kusta di Indonesia.

Konferensi Nasional Kusta 2026 dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Presiden Sasakawa Health Foundation, 38 Gubernur, 38 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, 12 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota prioritas penanggulangan kusta, akademisi, organisasi profesi, mitra pembangunan, serta perwakilan Orang yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) dari seluruh Indonesia.

Keikutsertaan Provinsi Maluku Utara bersama Kabupaten Halmahera Selatan memiliki makna strategis. Selain sebagai representasi pemerintah daerah, kehadiran kedua delegasi tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung percepatan eliminasi kusta, mengingat Kabupaten Halmahera Selatan merupakan salah satu dari 12 kabupaten prioritas nasional penanggulangan kusta di Indonesia.

Dalam sambutannya, panitia menyampaikan bahwa konferensi ini merupakan forum konsolidasi nasional untuk menyatukan langkah pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat eliminasi kusta melalui penguatan tata kelola program, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, pemberdayaan penyintas, serta penghapusan stigma yang masih menjadi tantangan utama dalam penanggulangan kusta. Forum ini juga menjadi wadah sinkronisasi kebijakan lintas sektor guna mendukung target Indonesia Bebas Kusta Tahun 2030.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Indonesia masih menempati peringkat ketiga dunia dengan beban kasus kusta tertinggi setelah India dan Brasil. Pada tahun 2025 tercatat 16.292 kasus baru, dengan proporsi kasus pada anak mencapai 9,1 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penularan masih berlangsung sehingga diperlukan upaya yang lebih intensif dalam penemuan kasus secara dini, pengobatan hingga tuntas, pencegahan kecacatan, serta penghapusan stigma di masyarakat.

Selama empat hari pelaksanaan konferensi, peserta mengikuti berbagai agenda strategis, antara lain evaluasi capaian program nasional, pembahasan kebijakan dan regulasi, penguatan sistem surveilans, manajemen logistik, pembiayaan program, penguatan kapasitas pemerintah daerah, pemberdayaan sosial ekonomi penyintas, hingga diskusi praktik baik dari berbagai daerah. Konferensi juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, BPJS Kesehatan, WHO, Sasakawa Health Foundation, organisasi profesi, akademisi, serta tokoh masyarakat yang aktif mengkampanyekan penghapusan stigma terhadap kusta.

Puncak kegiatan yang dilaksanakan pada 10 Juli 2026 dijadwalkan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia yang akan meluncurkan Gerakan Nasional Melawan Stigma Kusta, disertai penandatanganan komitmen bersama oleh 38 Gubernur sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah dalam percepatan eliminasi kusta secara nasional. Agenda tersebut diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor menuju target Zero Leprosy 2030, yaitu nol penularan, nol disabilitas, dan nol stigma.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dr. Giscard Kroons, menyampaikan bahwa keikutsertaan Maluku Utara dalam Konferensi Nasional Kusta 2026 merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung agenda transformasi kesehatan nasional, khususnya pada pengendalian penyakit menular yang masih menjadi tantangan di beberapa wilayah.

"Eliminasi kusta memerlukan kerja sama seluruh pemangku kepentingan. Selain meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, kita juga harus membangun kesadaran masyarakat bahwa kusta dapat disembuhkan dan penyandang maupun penyintas kusta berhak memperoleh kesempatan yang sama tanpa diskriminasi. Melalui konferensi ini, kami memperoleh berbagai pembelajaran dan strategi yang akan kami implementasikan di Maluku Utara bersama pemerintah kabupaten/kota," ujar dr. Giscard Kroons.

Sementara itu, kehadiran Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan dalam forum nasional ini diharapkan semakin memperkuat implementasi program penanggulangan kusta di daerah, mengingat Halmahera Selatan merupakan salah satu kabupaten dengan prioritas penanganan nasional. Berbagai rekomendasi dan hasil konferensi akan menjadi acuan dalam meningkatkan penemuan kasus secara aktif, memperkuat pelayanan di puskesmas, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, serta memperluas edukasi masyarakat untuk menghapus stigma terhadap penyandang dan penyintas kusta.

Melalui partisipasi aktif dalam Konferensi Nasional Kusta 2026, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Kesehatan, pemerintah kabupaten/kota, organisasi profesi, mitra pembangunan, serta seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Maluku Utara Bebas Kusta sebagai bagian dari pencapaian target Indonesia Bebas Kusta Tahun 2030.