•Peserta pertemuan KOORDINASI DENGAN STAKE HOLDER DALAM RANGKA DUKUNGAN PELAKSANAAN BIAS DAN SURVEILLANS KIPI DI KOTA TERNATE
Imunisasi Lengkap, Anak Sehat: Dinkes Maluku Utara Ajak Semua Pihak Sukseskan BIAS 2026
Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan MasyarakatOleh Riskal Muslim • 28 Jul 2026
Ternate, 28 Juli 2026 – Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026 sebagai upaya melindungi anak-anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Ajakan tersebut disampaikan dalam Pertemuan Koordinasi dengan Stakeholder dalam Rangka Dukungan Pelaksanaan BIAS dan Surveilans Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang berlangsung di Emerald Hotel Ternate, Selasa (28/7).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dr. Julys Giscard Kroons, menegaskan bahwa kesehatan anak merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Oleh karena itu, setiap anak berhak memperoleh imunisasi lengkap sebagai bentuk perlindungan terhadap berbagai penyakit berbahaya yang dapat mengganggu tumbuh kembang bahkan mengancam keselamatan jiwa.
Sebagai bagian dari Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), pelaksanaan BIAS menjadi program penting untuk melengkapi imunisasi yang telah diberikan sejak bayi. Program ini menyasar peserta didik kelas 1, 2, 5, dan 6 SD/MI serta anak usia sekolah yang belum bersekolah. Melalui BIAS, anak memperoleh perlindungan dari penyakit seperti campak, rubela, difteri, tetanus, serta kanker leher rahim melalui pemberian vaksin HPV bagi sasaran yang memenuhi ketentuan.
Pelaksanaan BIAS dilakukan setiap tahun, yaitu pada bulan Agustus untuk imunisasi Campak Rubela (MR) dan HPV, serta bulan November untuk imunisasi DT dan Td. Imunisasi lanjutan ini penting karena kekebalan tubuh perlu diperkuat sesuai usia anak agar perlindungan terhadap penyakit tetap optimal.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan juga mengingatkan bahwa masih terdapat kesalahpahaman di masyarakat mengenai imunisasi. Kekhawatiran terhadap efek samping vaksin sering kali membuat sebagian orang tua menunda atau bahkan menolak imunisasi bagi anaknya. Padahal, rendahnya cakupan imunisasi dapat menyebabkan munculnya kembali penyakit yang sebenarnya dapat dicegah, bahkan memicu Kejadian Luar Biasa (KLB).
"Masalah utama bukan karena tidak tersedia vaksin, tetapi masih adanya rasa takut terhadap efek samping imunisasi. Edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat agar setiap anak mendapatkan haknya untuk hidup sehat dan terlindungi dari penyakit berbahaya," ungkap dr. Julys dalam sambutannya.
Untuk itu, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, tenaga kesehatan, Kementerian Agama, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga media massa, untuk bersama-sama meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat imunisasi. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan BIAS sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap program imunisasi.
Melalui pertemuan koordinasi ini, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara juga menargetkan cakupan BIAS Tahun 2026 mencapai minimal 90 persen di seluruh wilayah Kota Ternate. Capaian tersebut diharapkan mampu membentuk herd immunity (kekebalan kelompok) sehingga penularan penyakit dapat dicegah dan risiko terjadinya KLB semakin kecil.
Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara mengimbau para orang tua agar tidak ragu membawa anak mengikuti imunisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan di sekolah maupun fasilitas pelayanan kesehatan. Imunisasi bukan hanya melindungi satu anak, tetapi juga menjaga kesehatan keluarga, sekolah, dan masyarakat secara keseluruhan.
Mari sukseskan BIAS 2026. Imunisasi Lengkap, Anak Sehat, Generasi Maluku Utara Hebat.