Memuat...

Silakan tunggu sebentar

sambutan kepala Dinas Kesehatan Provinsi maluku Utara pada pembukaan pelatihan penggulangan TB bagi Nakes

sambutan kepala Dinas Kesehatan Provinsi maluku Utara pada pembukaan pelatihan penggulangan TB bagi Nakes

Dinkes Malut Tegaskan Komitmen Percepat Eliminasi TBC melalui Pelatihan Tenaga Kesehatan

Sumber Daya Kesehatan

Oleh Riskal Muslim 11 May 2026

Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya dalam mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TBC) melalui pelaksanaan Pelatihan Penanggulangan TBC bagi petugas kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan tahun 2026. Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dr. Julys Giscard Kroons, dalam sambutannya saat membuka kegiatan pelatihan di Ternate.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas menyampaikan bahwa TBC hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan prioritas di Indonesia, termasuk di Provinsi Maluku Utara. Ia menjelaskan bahwa pasca pandemi COVID-19 terjadi peningkatan kasus TBC akibat menurunnya penemuan kasus selama tahun 2020 hingga 2021, sehingga banyak penderita tidak terobati dan berpotensi menjadi sumber penularan di masyarakat.

Berdasarkan data WHO Global TB Report 2023, Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 1.060.000 kasus TBC dan menempati peringkat kedua negara dengan kasus TBC terbanyak di dunia setelah India. Sementara itu, capaian penemuan kasus TBC nasional pada Januari 2024 baru mencapai 77 persen dari target 90 persen, sedangkan capaian pengobatan berada pada angka 85 persen dari target nasional 90 persen.

Khusus di Provinsi Maluku Utara, Kepala Dinas mengungkapkan bahwa daerah ini berada pada peringkat ke-11 dari 38 provinsi di Indonesia dalam jumlah kasus TBC, dengan angka kesembuhan sebesar 47 persen. Kota Ternate tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus tertinggi sebanyak 1.059 kasus dengan angka kesembuhan 49 persen pada tahun 2025.

Lebih lanjut, dr. Julys Giscard Kroons menegaskan bahwa strategi nasional penanggulangan TBC mengacu pada target eliminasi TBC tahun 2030 dan Indonesia bebas TBC tahun 2050. Hal tersebut juga menjadi arah kebijakan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat TBC, meningkatkan keberhasilan pengobatan, menekan angka putus obat, serta memperluas cakupan penemuan kasus.

Menurutnya, tenaga kesehatan memegang peranan penting dalam keberhasilan penanggulangan TBC. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan mutu, profesionalisme, pengetahuan, dan keterampilan tenaga kesehatan agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam upaya penanggulangan TBC.

“Kami berharap melalui pelatihan ini akan lahir tenaga kesehatan yang semakin kompeten dalam penanggulangan TBC, sehingga target eliminasi TBC di Maluku Utara dapat tercapai secara optimal,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara.

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh petugas kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Provinsi Maluku Utara, dengan menghadirkan fasilitator dan pengendali pelatihan yang berkompeten di bidang penanggulangan TBC. Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan, khususnya dalam penanganan TBC di daerah.