•Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara Bersama Peserta Pertemuan
Dinkes Malut Perkuat Sinergi untuk Mengakselerasi Pembudayaan Hidup Sehat
Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan MasyarakatOleh Riskal Muslim • 15 Jul 2026
Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara Perkuat Sinergi untuk Mengakselerasi Pembudayaan Hidup Sehat
Ternate, 15 Juli 2026 – Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui penyelenggaraan Pertemuan Koordinasi Pembudayaan Hidup Sehat Tingkat Provinsi Maluku Utara Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Juli 2026, bertempat di Hotel Batik Kota Ternate, menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi, menyatukan persepsi, dan membangun komitmen bersama dalam mengakselerasi implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di seluruh wilayah Provinsi Maluku Utara.
Pertemuan ini diikuti oleh sekitar 60 peserta yang terdiri atas penanggung jawab Program Promosi Kesehatan, Kesehatan Kerja dan Olahraga, serta Posyandu dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku Utara, perwakilan perangkat daerah, organisasi profesi, akademisi, media, dan mitra pembangunan kesehatan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara hybrid, di mana peserta dari Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, dan Kabupaten Halmahera Utara mengikuti kegiatan secara langsung di Hotel Batik Kota Ternate. Sementara itu, peserta dari Kabupaten Halmahera Timur, Halmahera Selatan, Pulau Morotai, Kepulauan Sula, dan Pulau Taliabu mengikuti kegiatan secara daring. Pola pelaksanaan ini menjadi bentuk adaptasi terhadap karakteristik geografis Maluku Utara sebagai provinsi kepulauan yang memiliki tantangan akses antardaerah.
Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia yang menegaskan bahwa pembudayaan hidup sehat merupakan salah satu strategi utama dalam pembangunan kesehatan nasional yang berorientasi pada upaya promotif dan preventif. Perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup bersih dan sehat menjadi investasi jangka panjang dalam menurunkan beban penyakit, khususnya penyakit tidak menular, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, keberhasilan program ini memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, lintas sektor, organisasi profesi, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat. Melalui forum koordinasi ini, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat menyelaraskan kebijakan, mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi berbagai tantangan di lapangan, serta menyusun langkah-langkah strategis yang dapat dilaksanakan secara bersama.
Pertemuan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dr. Julys Giscrad Kroons, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota beserta mitra pembangunan kesehatan atas komitmen dan kerja sama yang terus terjalin dalam mendukung pembangunan kesehatan di Maluku Utara.
Dalam arahannya, Kepala Dinas menegaskan bahwa paradigma pembangunan kesehatan saat ini telah bergeser dari pendekatan kuratif menuju pendekatan promotif dan preventif. Masyarakat tidak lagi diposisikan hanya sebagai penerima layanan kesehatan, tetapi sebagai subjek utama yang berperan aktif dalam menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungannya melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
Beliau juga menyoroti karakteristik Provinsi Maluku Utara sebagai wilayah kepulauan yang terdiri atas sepuluh kabupaten/kota dengan kondisi geografis yang beragam. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut adanya strategi pembudayaan hidup sehat yang adaptif terhadap kondisi lokal. Namun di balik tantangan tersebut, Maluku Utara memiliki modal sosial yang sangat kuat berupa budaya gotong royong, solidaritas masyarakat, dan kearifan lokal yang mampu menjadi kekuatan dalam mendorong perubahan perilaku hidup sehat.
"Daerah-daerah kepulauan di Maluku Utara telah menunjukkan berbagai capaian yang membanggakan dalam implementasi program pembudayaan hidup sehat. Hal ini membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang, tetapi justru dapat menjadi kekuatan apabila didukung oleh semangat gotong royong dan komitmen bersama. Praktik-praktik baik tersebut harus terus kita dorong dan direplikasi di seluruh daerah," ujar dr. Julys Giscrad Kroons.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa pertemuan koordinasi ini memiliki empat tujuan utama, yaitu membangun kesamaan persepsi dan komitmen antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam implementasi program Pembudayaan Hidup Sehat, melakukan evaluasi terhadap capaian program di seluruh daerah, memperkuat koordinasi antara Program Promosi Kesehatan, Kesehatan Kerja dan Olahraga, serta Posyandu, serta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang konkret, terukur, dan dapat diimplementasikan sesuai karakteristik masing-masing kabupaten/kota.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi strategis dari narasumber Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, Bappeda Provinsi Maluku Utara, dan akademisi bidang kesehatan masyarakat. Selain penyampaian kebijakan nasional dan daerah, peserta juga mengikuti diskusi kelompok, berbagi pengalaman dan praktik baik (best practice), mengidentifikasi berbagai kendala pelaksanaan program di lapangan, hingga menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang menjadi komitmen bersama untuk memperkuat implementasi pembudayaan hidup sehat di masing-masing kabupaten/kota.
Forum koordinasi ini juga menjadi ajang berbagi inovasi antardaerah. Berbagai keberhasilan yang telah dicapai oleh kabupaten/kota dalam menggerakkan masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat dipresentasikan sebagai bahan pembelajaran bersama. Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara berharap praktik-praktik baik tersebut dapat direplikasi sesuai kondisi dan potensi daerah masing-masing sehingga mampu mempercepat pemerataan keberhasilan program di seluruh wilayah Maluku Utara.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan juga mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk terus memperkuat dukungan terhadap para pengelola Program Promosi Kesehatan, Kesehatan Kerja dan Olahraga, serta Posyandu sebagai ujung tombak perubahan perilaku masyarakat. Dukungan kebijakan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan anggaran, serta kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjamin keberlanjutan program pembudayaan hidup sehat.
Di akhir sambutannya, dr. Julys Giscrad Kroons menegaskan bahwa pembudayaan hidup sehat bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi merupakan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat. Pemerintah daerah, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, media massa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga keluarga memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang mendukung terbentuknya perilaku hidup sehat.
Melalui Pertemuan Koordinasi Pembudayaan Hidup Sehat Tingkat Provinsi Maluku Utara Tahun 2026, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, lintas sektor, organisasi profesi, akademisi, media, dan seluruh lapisan masyarakat dalam mempercepat implementasi GERMAS. Dengan komitmen bersama tersebut, diharapkan budaya hidup sehat semakin mengakar di tengah masyarakat sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup, memperkuat ketahanan kesehatan daerah, serta mewujudkan Maluku Utara yang sehat, mandiri, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.