Memuat...

Silakan tunggu sebentar

Pelatihan Bagi Nakes penagguloangan TB

Pelatihan Bagi Nakes penagguloangan TB

Dinkes Malut Perkuat Kapasitas Nakes melalui Pelatihan Penanggulangan TBC Tahun 2026

Sumber Daya Kesehatan

Oleh Riskal Muslim 11 May 2026

Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara terus memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam mendukung upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) melalui Pelatihan Penanggulangan TBC bagi petugas puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan Tahun 2026.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 10 hari efektif, mulai tanggal 11 hingga 20 Mei 2026, dengan total 83 jam pelajaran. Pelatihan diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari 8 kabupaten/kota, terdiri dari tenaga kesehatan puskesmas, rumah sakit, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya di Provinsi Maluku Utara.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dr. Julys Giscard Kroons, menyampaikan bahwa TBC masih menjadi salah satu masalah kesehatan prioritas di Indonesia, termasuk di Provinsi Maluku Utara.

“Pasca pandemi Covid-19, jumlah penderita TBC diperkirakan semakin meningkat akibat menurunnya penemuan kasus selama tahun 2020 dan 2021. Kondisi ini menyebabkan banyak penderita TBC tidak terobati dan berpotensi menjadi sumber penularan di masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan WHO Global TB Report 2023, Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 1.060.000 kasus TBC dan menjadi negara dengan kasus TBC terbanyak kedua di dunia setelah India. Secara nasional, capaian penemuan kasus TBC baru mencapai 77 persen dari target 90 persen, sementara keberhasilan pengobatan berada pada angka 85 persen dari target nasional sebesar 90 persen.

Sementara itu, di Provinsi Maluku Utara, kasus TBC tercatat berada pada peringkat ke-11 dari 38 provinsi di Indonesia dengan angka kesembuhan sebesar 47 persen. Kota Ternate menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi yakni sebanyak 1.059 kasus dengan angka kesembuhan mencapai 49 persen pada tahun 2025.

Kepala Dinas Kesehatan menegaskan bahwa strategi nasional penanggulangan TBC mengacu pada target eliminasi TBC tahun 2030 dan Indonesia bebas TBC tahun 2050. Untuk itu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat penanganan kasus TBC di fasilitas pelayanan kesehatan.

“Tenaga kesehatan memiliki peranan penting dalam penanggulangan TBC. Melalui pelatihan ini diharapkan peserta mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik dalam penanggulangan TBC,” ujarnya.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat implementasi program penanggulangan TBC di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari penemuan kasus, diagnosis, pengobatan, pemantauan kepatuhan pasien, hingga pencegahan penularan di masyarakat.

Pelatihan menghadirkan 8 fasilitator yang berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dokter spesialis penyakit dalam RSUD Kabupaten Halmahera Barat, Organisasi Profesi PARI RSD Kota Tidore Kepulauan, Dinas Kesehatan Kota Ternate, Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Barat, fasilitator anti korupsi, serta Poltekkes Ternate. Sementara itu, pengendali pelatihan (MOT) berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara dan Quality Control berasal dari BBPK Makassar.

Seluruh kegiatan pelatihan ini dibiayai melalui DIPA APBD Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara Tahun Anggaran 2026.