Memuat...

Silakan tunggu sebentar

dr. Giscard Kroons Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara

dr. Giscard Kroons Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara

Dinkes Maluku Utara Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Sukseskan BIAS dan Surveilans KIPI di Kota Ternate

Surveilans dan Imunisasi

Oleh Riskal Muslim 28 Jul 2026

Ternate, 28 Juli 2026 – Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara menggelar Pertemuan Koordinasi dengan Stakeholder dalam Rangka Dukungan Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dan Surveilans Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) di Kota Ternate Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Emerald Hotel Ternate ini dihadiri oleh unsur pemerintah, lintas sektor, tokoh agama, organisasi masyarakat, media, serta para pemangku kepentingan sebagai bentuk penguatan sinergi dalam menyukseskan program imunisasi anak sekolah.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dr. Julys Giscard Kroons, menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari upaya menjaga kesehatan anak sejak usia sekolah melalui pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Menurutnya, UKS menjadi bagian penting dalam menciptakan peserta didik yang sehat, berprestasi, serta memiliki perilaku hidup bersih dan sehat.

Lebih lanjut, dr. Giscard menjelaskan bahwa Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) merupakan program nasional yang telah dilaksanakan sejak tahun 1997 sebagai imunisasi lanjutan bagi anak usia sekolah dasar. Program ini menyasar peserta didik kelas 1, 2, 5, dan 6 SD/MI serta anak usia sekolah yang belum bersekolah untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, seperti campak, rubela, difteri, tetanus, hingga kanker leher rahim melalui vaksin HPV.

Ia menekankan bahwa imunisasi lanjutan sangat penting untuk melengkapi kekebalan yang telah diperoleh sejak bayi. Pelaksanaan imunisasi Campak Rubela dan HPV dijadwalkan pada bulan Agustus, sedangkan imunisasi DT dan Td dilaksanakan pada November setiap tahunnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas juga mengingatkan bahwa keberhasilan program imunisasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan vaksin, tetapi juga pada kepercayaan masyarakat. Menurutnya, masih terdapat kekhawatiran sebagian orang tua terhadap efek samping imunisasi yang menyebabkan sebagian anak tidak memperoleh imunisasi lengkap. Kondisi tersebut berpotensi memicu terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi. Bahkan, disampaikan bahwa pada tahun 2025 di Kota Ternate masih ditemukan kasus kematian anak akibat difteri dan polio, sehingga upaya edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat.

Untuk itu, dr. Giscard mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (TP UKS/M), dengan melibatkan sektor pendidikan, Kementerian Agama, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, media, dan seluruh unsur terkait guna meningkatkan cakupan imunisasi serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap manfaat vaksinasi.

Pada akhir sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama:

  • mendukung pelaksanaan BIAS Tahun 2026 pada bulan Agustus dan November;
  • memastikan setiap anak sasaran memperoleh hak pelayanan imunisasi;
  • meningkatkan promosi kesehatan, advokasi, dan pemberdayaan masyarakat terkait pentingnya imunisasi; serta
  • mencapai target cakupan BIAS Kota Ternate sebesar 90 persen secara merata di seluruh wilayah.

"Kita harus bersama-sama memastikan setiap anak memperoleh imunisasi rutin lengkap sebagai investasi kesehatan generasi masa depan. Dengan cakupan imunisasi yang tinggi, kita dapat membangun herd immunity, mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB), serta mewujudkan masyarakat Kota Ternate yang sehat, selamat, dan berkualitas," ujar dr. Julys sebelum secara resmi membuka kegiatan koordinasi tersebut.

Pertemuan koordinasi ini diharapkan menghasilkan komitmen bersama dan langkah-langkah strategis yang dapat diimplementasikan secara nyata dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan BIAS dan penguatan surveilans KIPI di Kota Ternate, sehingga target cakupan imunisasi tahun 2026 dapat tercapai secara optimal.