Loading...

Gubernur Maluku Utara pada Peluncuran PKG satuan pendidikan tahun 2026

Gubernur Maluku Utara pada Peluncuran PKG satuan pendidikan tahun 2026

Gubernur Maluku Utara Luncurkan PKG Satuan Pendidikan 2026, Targetkan Pemeriksaan Kesehatan Siswa 100 Persen

Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

Oleh Riskal Muslim 05 Feb 2026

Ternate – Pemerintah Provinsi Maluku Utara secara resmi meluncurkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi Satuan Pendidikan Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Peresmian Gedung SMA, SMK, dan SLB Program Revitalisasi APBD Tahun Anggaran 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 5 Februari 2026, bertempat di Aula SMA Negeri 5 Ternate, Kelurahan Dufa-Dufa, Kecamatan Ternate Utara.

Peluncuran PKG dan peresmian gedung pendidikan ini menjadi satu rangkaian kegiatan strategis yang menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui penguatan infrastruktur pendidikan serta peningkatan derajat kesehatan peserta didik.

Acara diawali dengan tarian pembukaan, dilanjutkan dengan pembukaan resmi dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Selanjutnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara menyampaikan laporan pelaksanaan Program Revitalisasi SMA, SMK, dan SLB yang didanai melalui APBD Tahun Anggaran 2025, sebagai upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di berbagai wilayah Maluku Utara.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video dokumentasi revitalisasi gedung pendidikan, penandatanganan prasasti sebagai tanda peresmian, serta sambutan Gubernur Maluku Utara yang sekaligus meluncurkan Program PKG Satuan Pendidikan Tahun 2026.

Dalam arahannya, Gubernur Maluku Utara menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan bagi siswa harus dituntaskan hingga 100 persen pada tahun berjalan. Menurut Gubernur, capaian tersebut penting agar kondisi kesehatan seluruh peserta didik dapat dipetakan secara menyeluruh sejak dini.

Gubernur menjelaskan bahwa PKG merupakan instrumen deteksi dini berbagai potensi masalah kesehatan pada anak usia sekolah, mulai dari gangguan paru-paru akibat kebiasaan merokok, obesitas, penyakit gula, hingga risiko gangguan jantung. Dengan biaya pemeriksaan yang relatif terjangkau, deteksi dini dinilai sebagai investasi kesehatan jangka panjang yang mampu mencegah beban penyakit yang lebih berat di masa depan.

Dalam aspek tata kelola, Gubernur menekankan pentingnya transparansi dan pelaporan hasil PKG. Sekolah diminta untuk merekap dan mencetak persentase temuan kesehatan siswa—seperti angka obesitas atau tekanan darah tidak normal—sebagai bahan evaluasi bersama. Sementara itu, hasil pemeriksaan yang bersifat personal harus disampaikan secara individual kepada siswa yang bersangkutan dengan tetap menjaga etika dan kerahasiaan.

Gubernur juga meminta agar hasil PKG menjadi perhatian khusus bagi guru pendidikan jasmani dan olahraga, terutama dalam memantau siswa dengan kondisi tertentu seperti tekanan darah rendah atau indikasi gangguan jantung, sehingga aktivitas fisik di sekolah dapat disesuaikan dan tetap aman bagi peserta didik.

Lebih lanjut, PKG dipandang sebagai bagian dari persiapan masa depan siswa, khususnya bagi mereka yang bercita-cita menjadi anggota TNI atau Polri. Gubernur mengingatkan bahwa masalah kesehatan seperti gigi rusak atau infeksi yang tidak ditangani sejak dini dapat menggugurkan siswa dalam tahapan seleksi, sehingga perawatan kesehatan harus dilakukan sedini mungkin.

Menutup sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa PKG tidak boleh menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan seluruh satuan pendidikan. Hasil pemeriksaan diharapkan ditindaklanjuti dan dikembalikan kepada sekolah sebagai dasar pembinaan kesehatan siswa secara berkelanjutan.

Sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan, SMA Negeri 5 Kota Ternate juga menjadi salah satu satuan pendidikan yang akan mengimplementasikan PKG secara langsung, dengan jumlah sasaran sebanyak 826 siswa yang akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari pelaksanaan awal PKG Satuan Pendidikan Tahun 2026.

Kegiatan ini juga diikuti secara virtual oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota, Dinas Kesehatan kabupaten/kota, serta kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Maluku Utara. Kehadiran lintas sektor tersebut mencerminkan kuatnya kolaborasi antara bidang pendidikan dan kesehatan dalam menyukseskan PKG secara terintegrasi dari tingkat provinsi hingga satuan pendidikan.

Rangkaian acara turut dirangkaikan dengan penyerahan sumbangan kemanusiaan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta keluarga besar SMA, SMK, dan SLB se-Maluku Utara, serta sesi interaktif PKG di tingkat kabupaten/kota sebagai forum penyamaan persepsi dan penguatan implementasi program ke depan.