
•Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Loas saat membuka Musrembang RPJMD
Bangun Malut Maju, Gubernur Sherly Paparkan Visi Pembangunan 2025-2029
SekretariatOleh Riskal Muslim • 26 Jul 2025
TERNATE – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Maluku Utara periode 2025-2029. Kegiatan ini berlangsung di Bela Hotel, Ternate, pada Jumat (25/7), dan dihadiri oleh Forkopimda Malut, para Bupati/Walikota, pimpinan instansi vertikal, pimpinan OPD lingkup Malut, serta kepala Bappeda kabupaten/kota se-Provinsi Maluku Utara.
Dalam paparannya, Gubernur Sherly menegaskan bahwa RPJMD 2025-2029 akan menjadi pijakan strategis untuk mewujudkan Maluku Utara yang maju, sejahtera, dan berdaya saing. Pemerintah Provinsi Maluku Utara, kata Sherly, telah melakukan sejumlah terobosan di berbagai sektor, terutama melalui kerja sama dengan Telkomsat dalam penguatan infrastruktur teknologi komunikasi dan konektivitas digital. Langkah ini menjadi prioritas dalam mendukung layanan pendidikan, kesehatan, serta sektor perikanan.
“Digitalisasi birokrasi juga akan menjadi fokus utama melalui implementasi manajemen talenta bagi ASN. Di bulan Oktober nanti, kita sudah akan mulai menjalankan manajemen talenta tersebut,” ungkap Sherly.
Fokus Infrastruktur dan Konektivitas
Sherly menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan sebagai kunci pemerataan ekonomi. Dalam kunjungan kerjanya ke berbagai daerah, Sherly mengaku menerima banyak keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur yang belum memadai.
“Pemerataan ekonomi dan pertumbuhan tidak mungkin tercapai kalau tidak ada konektivitas yang baik, terutama untuk jalan dan jembatan di 10 kabupaten/kota,” tegasnya.
Di tahun 2025, porsi belanja modal untuk infrastruktur diperkirakan kurang dari 15 persen dari APBD. Oleh karena itu, Sherly menargetkan pada 2026 minimal 25 persen APBD Provinsi Maluku Utara akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, terutama jalan dan jembatan.
Jalan Tani dan Pemberdayaan Petani
Selain infrastruktur umum, pembangunan jalan tani juga menjadi perhatian penting. Sherly menilai, nilai tukar petani tidak akan meningkat jika akses transportasi hasil panen sulit dilakukan.
“Tahun 2025 ini, menggunakan Inpres 01/2025 terkait pergeseran anggaran, kita mendapatkan anggaran untuk membangun 67 kilometer jalan tani yang difokuskan di Halmahera Utara dan Halmahera Barat,” jelasnya.
Target di tahun 2026 adalah pembangunan minimal 200 kilometer jalan tani, yang akan dilaksanakan secara bertahap di Halmahera Timur dan kabupaten/kota lainnya.
Perumahan dan Pendidikan
Di sektor perumahan, Pemerintah Provinsi Malut mengalokasikan renovasi 700 rumah layak huni, termasuk pembangunan dapur sehat pada tahun 2025. Tahun depan, Sherly menargetkan perbaikan 1.000 rumah melalui APBD.
Untuk sektor pendidikan, Pemerintah Provinsi mengalokasikan renovasi sarana dan prasarana pendidikan di 61 SMA, SMK, dan SLB pada tahun 2025. Selain itu, 54 sekolah lainnya juga akan menerima bantuan dari APBD. “Tahun ini, total sekitar 110 sekolah yang akan direnovasi,” kata Sherly.
Perikanan dan Pertanian
Di sektor perikanan, pembangunan difokuskan pada enam desa nelayan di enam kabupaten/kota sebagai sentra penguatan ekonomi pesisir.
Sementara itu, di sektor pertanian, Pemerintah Provinsi Malut melakukan uji coba bibit unggul pada lahan empat hektare dengan target produksi 10 ton gabah kering panen (GKP). Tahun ini, juga disalurkan bantuan untuk 1.500 hektare lahan bibit padi, dengan target produksi 7-8 ton GKP per hektare, yang dipusatkan di Subaim, Kao, dan Wairoro.
Harapan Gubernur
Mengakhiri sambutannya, Sherly berharap Musrenbang RPJMD 2025-2029 dapat menjadi forum kolaborasi dan sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk mewujudkan pembangunan Maluku Utara yang merata dan berkelanjutan. Melalui kerja sama dan koordinasi yang baik, saya yakin visi pembangunan 2025-2029 dapat kita wujudkan,” tutup Sherly.
Sementara itu, Kepala Bappeda Malut, Muhammad Sarmin S. Adam, menambahkan bahwa Musrenbang RPJMD 2025-2029 merupakan langkah strategis dalam merumuskan arah pembangunan lima tahun ke depan, dengan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak untuk memastikan keberlanjutan program prioritas.