
•Koperasi Merah Putig
Peluncuran Koperasi Merah Putih: Integrasi Klinik dan Apotek Desa Perkuat Kemandirian Masyarakat
Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan MasyarakatOleh Riskal Muslim • 18 Jul 2025
Jakarta, 15 Juli 2025 — Dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi dan kesehatan masyarakat dari tingkat desa, Pemerintah Republik Indonesia akan meluncurkan program strategis nasional bertajuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) pada 21 Juli 2025 di Klaten, Jawa Tengah.
KDMP dirancang sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan berbasis desa dan kelurahan. Program ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor antara masyarakat, pemerintah pusat dan daerah, serta BUMN untuk memastikan distribusi kebutuhan dasar seperti gas LPG, pupuk, pangan, apotek dan klinik desa, hingga layanan keuangan digital secara merata dan berkelanjutan.
Sebagai bagian integral dari inisiatif ini, Kementerian Kesehatan RI akan meluncurkan Klinik dan Apotek Desa yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem koperasi. Langkah ini merupakan implementasi nyata dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih, yang menetapkan KDMP sebagai pilar utama dalam swasembada pangan dan kesehatan nasional.
“Kehadiran apotek dan klinik di tingkat desa bukan hanya untuk memperluas akses layanan kesehatan, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan masyarakat desa. Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang menuju desa yang sehat, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat finalisasi peluncuran KDMP di Gedung Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (15/7/2025).
Saat ini, Kementerian Kesehatan bersama mitra strategis tengah mempercepat pembangunan infrastruktur Apotek Desa pada 103 titik percontohan (mockup) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Mayoritas titik tersebut telah memasuki tahap akhir persiapan operasional, mencakup kesiapan bangunan, logistik, tenaga kesehatan, serta integrasi sistem layanan kesehatan dan koperasi.
“Dalam waktu dekat, komunikasi intensif akan terus kami lakukan dengan para kepala desa agar pelaksanaan di lapangan berjalan optimal,” tambah Menkes.
Komitmen lintas kementerian juga turut mendorong keberhasilan program ini. Kementerian Pertahanan, misalnya, telah memberikan kontribusi konkret melalui hibah obat-obatan strategis guna mendukung pelayanan farmasi dasar di desa.
Adapun jenis obat yang telah disalurkan antara lain:
Paracetamol sebanyak 11.537.180 tablet
Asam Mefenamat sebanyak 4.716.981 kaplet
Cefadroxil sebanyak 1.200.000 kapsul
Obat-obatan tersebut merupakan kelompok antipiretik, antiinflamasi, dan antibiotik dasar, yang dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terhadap layanan farmasi yang mudah diakses, aman, dan berkualitas.
Dengan menggabungkan kekuatan koperasi desa, dukungan multisektor, serta pendekatan berbasis kebutuhan lokal, program Koperasi Merah Putih diyakini mampu menjawab tantangan kesenjangan layanan kesehatan dan ekonomi antarwilayah. KDMP tidak hanya memperkuat akses terhadap obat dan layanan medis, tetapi juga menciptakan ekosistem pemberdayaan ekonomi yang menyeluruh, mulai dari distribusi logistik hingga keuangan mikro.
Peluncuran KDMP di Klaten akan menjadi tonggak penting dalam memperluas akses layanan kesehatan dan ekonomi, mempercepat pengentasan ketimpangan pembangunan antarwilayah, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat desa dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan kemandirian menuju visi besar Indonesia Emas 2045.
Sumber : https://kemkes.go.id/id